top of page

Lavender Jadi Senjata Baru Pemkot Probolinggo Lawan DBD‎

  • Writer: IPred
    IPred
  • Mar 5
  • 2 min read
Ilustrasi Gambar AI Seorang Wanita Tengah Memberantas Nyamuk DBD dengan Tanaman Bunga Lavender
Ilustrasi Gambar AI Seorang Wanita Tengah Memberantas Nyamuk DBD dengan Tanaman Bunga Lavender

INFOPRO, Probolinggo - Lavender kini menjadi salah satu senjata baru Pemerintah Kota Probolinggo, dalam upaya menekan penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD).

‎Melalui gerakan lavenderisasi atau penanaman bunga lavender secara massal, pemerintah daerah berharap dapat membantu mengurangi populasi nyamuk penyebab DBD sekaligus memperkuat gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus di tengah masyarakat.

‎Upaya tersebut ditandai lewat Gerakan Bersama Pencegahan dan Pengendalian DBD dengan PSN 3M+ dan Lavenderisasi Tahun 2026 yang digelar Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kota Probolinggo.

‎Kepala Dinkes PPKB Kota Probolinggo dr. Intan Sudarmadi menjelaskan, kasus DBD di Kota Probolinggo masih perlu menjadi perhatian bersama meskipun dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren penurunan.

Pada tahun 2024 tercatat 490 kasus dengan 6 kematian, sementara pada 2025 menurun menjadi 326 kasus dengan 4 kematian.

‎Kasus tertinggi pada tahun 2025 tercatat di Kecamatan Kanigaran dengan 103 kasus dan dua kematian. Sementara hingga Maret 2026, sudah tercatat 39 kasus DBD di Kota Probolinggo.

‎“Angka bebas jentik rata-rata pada tahun 2025 sebesar 78,8 persen. Angka ini masih di bawah target minimal 90 persen, sehingga potensi penyebaran DBD masih ada,” jelas dr. Intan.

‎Melalui kegiatan tersebut, pemerintah berharap kesadaran masyarakat untuk melakukan pencegahan semakin meningkat.

Selain itu, koordinasi lintas sektor juga diperkuat agar pelaksanaan PSN 3M Plus dapat berjalan lebih optimal, termasuk dengan penanaman lavender secara serentak.

‎Sementara Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin menegaskan, bahwa setiap kasus DBD harus dipandang sebagai kejadian luar biasa yang membutuhkan respon cepat dari semua pihak.

‎Menurutnya, penyakit ini banyak menyerang usia muda, terutama anak-anak. Karena itu, peran masyarakat menjadi sangat penting dalam menekan penyebarannya.

‎“Begitu ada satu kasus saja, semua harus bergerak. Mulai dari jumantik, RT, RW, lurah hingga camat. Jangan menunggu lama, karena nyamuk ini bisa bertahan sekitar satu minggu dan dalam sehari dapat menggigit dua sampai empat orang,” ujarnya.

‎Ia menambahkan, penanaman lavender menjadi salah satu langkah inovatif karena tanaman ini memiliki aroma khas yang dipercaya dapat membantu mengusir nyamuk.

Selain itu, lavender juga memiliki berbagai manfaat lain, seperti dapat diolah menjadi minyak herbal maupun bahan produk kecantikan.

‎“Lavender ini bukan hanya bermanfaat untuk kesehatan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi. Bisa diolah menjadi lotion, sabun, krim, hingga produk herbal lainnya. Bahkan jika ditanam secara luas juga bisa menjadi daya tarik wisata baru di Kota Probolinggo,” tambahnya.

‎Dalam kegiatan tersebut, dilakukan penyerahan bibit lavender kepada Ketua TP PKK kecamatan serta penanaman lavender secara simbolis bersama. (IP)

Comments


bottom of page