top of page

Tradisi Ramadan Berburu Jajanan Ala Anak Probolinggo Kembali Pecah, Bi-Bi-Bi Namanya !

  • Writer: IPred
    IPred
  • Mar 16
  • 2 min read
Sejumlah Anak-anak di Kota Probolinggo Berlarian saat Berburu Jajanan Tradisi Bi-Bi-Bi
Sejumlah Anak-anak di Kota Probolinggo Berlarian saat Berburu Jajanan Tradisi Bi-Bi-Bi


‎INFOPRO, Probolinggo - Suasana malam ke-27 Ramadan di Kota Probolinggo, terasa beda dari biasanya. Kampung-kampung mendadak ramai oleh tawa dan teriakan anak-anak, yang ikut meramaikan tradisi legendaris bernama **Bi-Bi-Bi**.

‎Tradisi yang sudah turun-temurun ini, jadi momen spesial buat anak-anak yang menjalankan puasa selama Ramadan. Warga kampung dengan sukarela menyiapkan berbagai hadiah mulai dari snack, minuman, sampai uang saku untuk dibagikan kepada anak-anak yang berkeliling kampung.

‎Kemeriahan tradisi itu salah satunya terlihat di Gang Mangga, Kelurahan Wiroborang, Kecamatan Mayangan, Senin sore (16/03/2026). Puluhan anak-anak hingga remaja tampak berkumpul membawa kantong plastik besar siap menampung “hasil buruan” jajanan dari rumah ke rumah.

‎Konsepnya simpel tapi seru. Warga yang ingin ikut meramaikan tradisi ini cukup menyiapkan jajanan atau angpau di rumah masing-masing. Sementara itu, anak-anak akan berkeliling kampung mencari rumah yang siap berbagi.

‎Kalau sudah ketemu, mereka langsung kompak teriak kencang, “Bi-bi-bi”.

‎Seruan itu jadi kode khusus bagi pemilik rumah, untuk keluar dan membagikan hadiah. Begitu pintu terbuka, anak-anak langsung berlarian mendekat, berharap dapat jajanan lebih dulu.

‎Menariknya, tradisi ini bukan cuma buat anak-anak saja. Banyak orang tua yang ikut mendampingi. Bahkan ada juga yang menggendong balita, supaya ikut merasakan serunya tradisi kampung yang sudah hidup sejak lama ini.

‎Bagi anak-anak setempat, **Bi-Bi-Bi** sering disebut sebagai “lebarannya anak-anak”. Selain dapat banyak jajanan, mereka juga bisa kumpul bareng dan bermain dengan teman-teman sebaya.

‎Salah satu peserta, Nabila (17), mengaku selalu menunggu momen ini setiap Ramadan. Tapi tahun ini terasa sedikit spesial, sekaligus haru baginya.

‎“Setiap Ramadan saya selalu ikut. Rasanya senang sekali bisa kumpul dengan teman-teman sambil dapat jajanan. Tahun depan mungkin sudah tidak ikut lagi karena sudah besar,” ujarnya sambil tersenyum.

‎Ketua RT setempat, Sulistiorini, mengatakan tradisi Bi-Bi-Bi sudah berlangsung sejak lama dan terus dijaga oleh warga, agar tidak hilang ditelan zaman.

‎“Ini sudah jadi tradisi turun-temurun di kampung kami. Tujuannya memberi semangat dan kebahagiaan untuk anak-anak yang sudah berpuasa,” jelasnya.

‎Kini, tradisi **Bi-Bi-Bi** bukan sekadar kebiasaan warga kampung. Tradisi ini juga telah ditetapkan sebagai **warisan budaya tak benda milik Kota Probolinggo**, yang terus dilestarikan dari generasi ke generasi.

‎Buat anak-anak di kampung itu, malam ke-27 Ramadan bukan cuma soal menunggu Lailatul Qadar, tapi juga saat paling ditunggu untuk berburu jajanan sambil teriak bareng “Bi-bi-bi". (IP)

Comments


bottom of page