top of page

Masjid Al-Aqsa di Yerusalem, Kiblat Pertama Umat Islam Sebelum Ka'bah

  • Writer: IPred
    IPred
  • Mar 5
  • 2 min read
Gambar AI Ilustrasi Masjid Al Aqsa
Gambar AI Ilustrasi Masjid Al Aqsa

INFOPRO, Probolinggo - Masjid Al-Aqsa di Yerusalem, Palestina, punya posisi istimewa dalam sejarah Islam. Jauh sebelum Ka'bah di Mekkah menjadi arah salat umat Muslim, Masjid Al-Aqsa adalah kiblat pertama umat Islam.‎Tak hanya itu, tempat suci ini juga menjadi lokasi peristiwa agung Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW.‎‎


Masjid Al-Aqsa berada di kawasan suci Al-Haram Al-Syarif, yang mencakup beberapa bangunan penting seperti Masjid Al-Qibli, Qubatush Shakhrah, Dinding Buraq, Mushola Marwani, serta area terbuka di sekitarnya.‎‎


Yang sering membuat orang salah paham, kubah emas yang sering jadi ikon Al-Aqsa sebenarnya bukan Masjid Al-Aqsa, melainkan bangunan bernama Dome of The Rock (Qubatush Shakhrah). Kubah emas itu hanyalah salah satu bagian dari kompleks besar Masjid Al-Aqsa.‎‎


### Sejarah Panjang Masjid Al-Aqsa‎‎


Menurut sejumlah riwayat, tempat ibadah di kawasan Baitul Maqdis pertama kali dibangun oleh Nabi Yakub AS. Kemudian diperluas dan diperindah oleh Nabi Sulaiman AS.‎‎Setelah Islam datang, Masjid Al-Aqsa semakin memiliki peran penting.


Pada tahun 638 M, Khalifah Umar bin Khattab RA membangun masjid sederhana di lokasi tersebut setelah Yerusalem berhasil ditaklukkan.‎‎ Pada masa Dinasti Umayyah, Khalifah Abdul Malik bin Marwan membangun Dome of The Rock, sementara putranya Al-Walid memperluas Masjid Al-Aqsa hingga menjadi kompleks besar seperti yang dikenal sekarang.‎‎


### Saksi Peristiwa Isra’ Mi’raj‎‎


Masjid Al-Aqsa juga dikenal sebagai tempat singgah Nabi Muhammad SAW dalam perjalanan Isra’ Mi’raj. Dalam peristiwa itu, Nabi melakukan perjalanan malam dari Masjidil Haram di Mekkah menuju Masjid Al-Aqsa sebelum naik ke Sidratul Muntaha.‎‎


Gambar AI Ilustrasi Areal Masjid Al Aqsa
Gambar AI Ilustrasi Areal Masjid Al Aqsa

Peristiwa ini diabadikan dalam Al-Qur’an Surah Al-Isra ayat 1 yang menceritakan perjalanan Nabi dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang diberkahi Allah SWT.


‎‎### Berkali-kali Rusak dan Dibangun Kembali‎‎


Sepanjang sejarahnya, Masjid Al-Aqsa beberapa kali mengalami kerusakan akibat gempa bumi dan konflik.‎‎Gempa besar pada tahun 746 M sempat menghancurkan masjid ini. Khalifah Abbasiyah Al-Mansur kemudian membangunnya kembali pada 758 M, lalu diperluas oleh Al-Mahdi pada 780 M.‎‎


Masjid ini kembali rusak akibat gempa pada tahun 1033 M dan dibangun ulang oleh Khalifah Fatimiyah Al-Zahir pada 1035 M.‎‎Pada masa Perang Salib abad ke-12, Masjid Al-Aqsa sempat dijadikan markas militer oleh tentara salib. Setelah Yerusalem direbut kembali oleh Salahuddin Al-Ayyubi pada 1187 M, masjid ini dikembalikan sebagai tempat ibadah umat Islam.‎‎


### Simbol Persatuan Umat Islam


‎‎Masjid Al-Aqsa memiliki luas sekitar 14,4 hektar dengan bangunan utama yang mampu menampung sekitar 5.000 jamaah. Interiornya dihiasi jendela kaca patri, mosaik, serta marmer yang memperindah bangunan bersejarah ini.‎‎


Lebih dari sekadar bangunan, Masjid Al-Aqsa menjadi simbol persatuan umat Islam di dunia. Bersama Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah, Al-Aqsa termasuk dalam tiga masjid suci yang dimuliakan dalam Islam.‎‎


Sejarah panjangnya juga menjadi pengingat tentang kesabaran, keteguhan, dan kebesaran Allah SWT bagi umat Muslim di seluruh dunia. (IP)

Comments


bottom of page